Monday, January 17, 2022

 

Java Script

JavaScript adalah bahasa pemrograman populer yang digunakan untuk membuat situs dengan konten website yang dinamis. Faktanya, ada lebih dari 67,7 persen developer yang menggunakan JavaScript, lho!. Konten dinamis artinya konten dapat bergerak atau berubah di depan layar tanpa perlu mereload halaman. Misalnya saja, fitur slideshow foto, gambar animasi, pengisian poling, dan lainnya.  JavaScript sendiri sebenarnya biasanya dikolaborasikan dengan HTML dan CSS. Di mana HTML digunakan untuk membuat struktur website dan CSS untuk merancang style halaman website. Lalu, JavaScript berperan menambahkan elemen interaktif untuk meningkatkan engagement pengguna. Sebagai contoh, ketika Anda memberikan like dan komentar di Twitter. Anda bisa melihat munculnya jumlah like dan komentar yang terus bertambah secara real time, tanpa direload.  

JavaScript awalnya adalah bahasa pemrograman yang hanya bekerja dari sisi klien atau front end. Artinya proses pengolahan kode hanya akan berjalan di browser. Saat itu Google membuat bahasa pemrograman ini semakin populer dengan menggunakan AJAX untuk fitur suggestion di kolom pencarian. AJAX alias Asynchronous JavaScript and XML adalah teknik pembaruan data halaman web tanpa proses reload. Semenjak itu, banyak developer mulai memanfaatkan bahasa pemrograman ini untuk membuat website yang lebih menarik dan hidup. Seiring perkembangannya, JavaScript tak hanya bisa digunakan di sisi client, tetapi juga di sisi server. Eksekusi bahasa pemrograman ini di sisi server dapat dilakukan dengan memanfaatkan platform framework JavaScript seperti Node.js, React.js, dan lainnya. Dengan framework, banyak backend developer mulai banyak melirik bahasa pemrograman ini. Sehingga lahirlah produk-produk canggih seperti aplikasi untuk mobile, website aplikasi, hingga game online.

                                FUNGSI JavaScript

1.    1.     Membuat Website Lebih Menarik

JavaScript mampu membuat website terlihat lebih menarik dan interaktif, dengan konten-konten dinamisnya. Misalnya, konten yang bergerak dan memperbarui secara real-time tanpa perlu reload semua halaman website berkali-kali.  

Sebagai contoh, Google Maps.


Ketika fitur penunjuk rute diaktifkan, Google Maps dapat terus mengupdate posisi Anda secara realtime tanpa perlu melakukan reload. Hal ini tentu tak bisa dilakukan tanpa menggunakan JavaScript. 

2.     Menciptkan Aplikasi Mobile 

Fungsi JavaScript selanjutnya ialah untuk membuat aplikasi mobile. Kalau dulu aplikasi mobile hanya bisa dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java untuk Android. Sekarang, bahasa pemrograman ini sudah bisa digunakan dalam mobile API untuk membuat aplikasi mobile. Pun pembuatan aplikasi mobile juga semakin mudah dengan adanya framework JavaScript khusus aplikasi mobile, seperti React Native. Dengan framework ini, Anda bisa membuat aplikasi mobile untuk dua sistem operasi sekaligus, yaitu Android dan iOS

3.     Mengembangkan Game Berbasis WEB Browser

Tak hanya membuat halaman website, JavaScript juga dapat berfungsi untuk mengembangkan game online berbasis browser.  Untuk membuat game browser ini, bahasa pemrograman ini dikombinasikan dengan HTML5 yang mampu membuat game semakin menarik. Beberapa game populer JavaScript, misalnya Lord of Ultima dan Flappy Bird. Pengembangan game berbasis JavaScript ini pun didukung oleh adanya framework JavaScript khusus game, seperti Playground.js, Panda.js, dan Quintus.


4.    Menjalankan Web Server

Terakhir, seiring perkembangannya, bahasa pemrograman ini tak hanya mampu bekerja di sisi browser saja, tetapi juga di sisi server dengan menggunakan Node.js.  Node.js ini akan mengeksekusi kode JavaScript pada sisi server sehingga dapat menjalankan situs, aplikasi web, dan game berbasis browser. Node.js juga lebih mampu menangani banyak proses secara bersamaan, tanpa perlu menunggu satu proses selesai terlebih dulu. Sehingga proses bisa dilakukan lebih cepat. 

 

Cara Kerja JavaScript yang Wajib Anda Pahami

Sebelumnya, kode JavaScript dapat dibuat dalam satu halaman HTML Jadi, ketika halaman dibuka, kode akan berjalan secara otomatis.  Selain itu, kode bahasa pemrograman ini juga dapat dibuat pada file terpisah dengan ekstensi .js. Kemudian file tersebut disisipkan pada kode HTML. Nantinya kode akan ditulis dengan menggunakan tag <script> dan teks atribut JavaScript. Berikut contohnya: 

<script type = “text/javascript”>

Masukkan kode JavaScript 

</script> 

Di sisi client, proses cara kerja JavaScript sebenarnya tidak terlalu rumxit. Ketika pengunjung membuka halaman website, script akan terunduh dan mulai dijalankan di browser. Jadi, prosesnya tidak dilakukan di web server. Nah, karena bekerja dari sisi client atau browser, jika browser pengunjung tidak mendukung JavaScript, tampilan halaman website di perangkat pengunjung bisa berbeda. Pun, fungsi interaktifnya tak dapat dijalankan sebagaimana mestinya. 


 

Kelebihan Javascript yang Disenangi Banyak Developer

 

·   Mudah diPahami dan DiPelajari

Bahasa pemrograman memiliki tingkat kesulitannya masing-masing. Nah, JavaScript termasuk salah satu yang mudah untuk dipelajari. Syntax atau penulisan kodenya sangatlah ringkas sehingga gampang untuk dipahami. Coba saja bandingkan syntax untuk menampilkan Hello World dengan bahasa pemrograman lain berikut: 

 

Bahasa Pemrograman Javascript 

console.log('Hello World!')

 

Bahasa Pemrograman C++

#include <iostream>

using namespace std;

// main() is where program execution begins.

// main() is where program execution begins.

int main() {

   cout << "Hello World"; // prints Hello World

  return 0;

}

·   Fleksibel Digunakan

Dulu, basis bahasa pemrograman website kebanyakan menggunakan PHP. Sebab semua logika web dibuat pada sisi server. Namun, dengan adanya JavaScript, website bisa dibuat dari sisi client yang lebih dinamis dan interaktif. Bahkan seiring perkembangannya, bahasa pemrograman ini tidak hanya digunakan di sisi client atau browser saja. Tetapi juga di sisi server dengan adanya Node.js. Dengan itu, Anda bisa mengembangkan beragam software seperti server, aplikasi mobile, dan desktop, game dan juga console.

·      Beban Server Lebih Ringan

Seperti dijelaskan sebelumnya, ketika pengunjung mengakses website, script akan terunduh di perangkat klien. Script tersebut kemudian diproses di browser klien. Lalu, browser mulai menampilkan halaman website. Pun, proses kerjanya di sisi server dinilai sangat efisien. Sebab, cara kerjanya yang bersifat non-blocking. Artinya, prosesnya tidak akan berhenti satu proses saja. Bahkan, dapat dilakukan bersamaan, jika proses sebelumnya tidak membutuhkan output. Dengan kata lain, beban kerja server akan jauh lebih ringan jika menggunakan JavaScript.  




·      Bisa Digunakan Untuk Semua Kebutuhan

JavaScript bisa Anda gunakan untuk berbagai kebutuhan.Tak hanya untuk front-end, bahkan Anda bisa mengelola server (backend) dengan menggunakan Node.js. Dengan menggunakan bahasa pemrograman ini, Anda bisa mengembangkan website lebih efisien. Sebab, Anda tak perlu repot-repot menggunakan bahasa pemrograman lainnya.  

·      Memiliki Komunitas yang Aktif

Selain mudah dipelajari dan fleksibel, Javascript juga memiliki dukungan komunitas developer yang aktif.  Dengan adanya komunitas tersebut, Anda bisa mendapatkan bantuan dari komunitas jika mengalami kendala seperti bug saat mengembangkan aplikasi. Jadi, akan lebih mudah menemukan solusinya. 

 ·      Komuntas yang Luas

Sebagai bahasa pemrograman terpopuler, JavaScript punya dukungan komunitas yang sangat luas dan suportif. Dengan begitu, Anda tidak akan kesulitan dalam belajar JavaScript. Jika sewaktu-waktu Anda menghadapi kendala atau error, Anda bisa langsung bertanya ke komunitas. Mereka dengan senang hati akan menjadi solusi bagi Anda agar error tersebut dapat diperbaiki dengan segera.

Berikut beberapa komunitas terkenal untuk belajar JavaScript:


·      Ekosistem yang Besar

JavaScript adalah bahasa pemrograman dengan ekosistem yang besar. Mengingat perkembangan teknologinya yang pesat, ia memiliki banyak framework, library, dan plugin yang bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan. Dengan ekosistem besar tersebut, JavaScript kini tidak hanya digunakan untuk membangun website dari client side. JavaScript juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan back end, mobile app, dan sebagainya.

·      Open source dan gratis

      JavaScript adalah bahasa pemrograman open source. Artinya, Anda tidak perlu meminta izin lisensi untuk dapat menggunakan bahasa ini. Baik itu untuk belajar maupun keperluan lain yang lebih komersial.Selain itu, JavaScript juga gratis. Dengan begitu, semua fiturnya dapat Anda gunakan secara penuh tanpa perlu membeli serial number atau bahkan software tertentu.

            ·      Tidak memerlukan Instalasi

    Seperti yang tadi dijelaskan, JavaScript berjalan di atas program lain seperti web browser. Nah, semua browser yang ada di pasaran sudah memiliki semacam engine untuk dapat menjalankan JavaScript. Selama Anda punya web browser, Anda bisa langsung melihat hasil coding JavaScript. Dengan begitu, Anda tidak perlu menginstall web server, compiler, atau bahkan melakukan perubahan konfigurasi pada sistem

Panduan Belajar JavaScript Bagi Pemula

 

1.         Kenali Aplikasi Yang di butuhkan

Pada bab ini, kami akan memberikan panduan singkat Javascript untuk pemula yang bisa Anda pelajari. Namun, sebelumnya Anda membutuhkan beberapa aplikasi berikut untuk mendukung Anda belajar Javascript:

·                     Web Browser (Google Chrome, Firefox, atau lainnya). 

·                     Teks editor (Atom, Notepad, atau lainnya).

·                     Web server, untuk menjalankan kode pemrograman.

2.         Pahami aturan penulisan kode

Jika sudah persiapkan aplikasi di atas, selanjutnya pahami aturan penulisan kode js. Aturan penulisan ini penting Anda ketahui untuk bisa menjalankan program dengan bahasa pemrograman ini. Nah, berikut ada beberapa aturan penulisan kodenya. 

·         Penulisan dengan Embed – Penulisan dengan Embed ini memanfaatkan tag <script> untuk menyisipkan kode JavaScript ke html, tepatnya dalam tag <body> atau <head>. 

·         Eksternal Line – Jika sebelumnya penulisan disisipkan dalam HTML, di penulisan jenis ini dibuat di file terpisah yang tersimpan dalam folder web server. 

·         Case Sensitivity – Penulisannya kode juga harus memperhatikan huruf kapital dan huruf kecil. Sebab, keduanya bisa jadi merupakan variabel yang berbeda. 

·         Penulisan Karakter – Penulisan kode akan mengabaikan karakter-karakter yang menggunakan spasi, enter dan tab. Namun, akhiran setiap baris terkadang membutuhkan tanda (;) untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. 

 

3.         Ketahui penggunaan Variabel JavaScript

Mengenal variabel akan membantu Anda mempelajari bahasa pemrograman. Sederhananya, variabel adalah sebuah nama yang akan mewakili sebuah nilai. Nah, variabel ini bisa diisi dengan berbagai macam nilai. Dalam JavaScript, membuat variabel dimulai dengan menggunakan keyword var dan diikuti nama variabel dan nilainya. 

 

var title = “Belajar Javascript untuk Pemula”;

 

Pada contoh di atas, kami membuat variable bernama title yang berisi nilai berupa teks “Belajar Javascript untuk Pemula”. 

 

Var url = “https://niagahoster.co.id”;

 

var visitor_count = 12345;&nbsp;

 

                Nah, contoh di atas, kami membuat variabel url dan visitor_count dengan nilai berupa teks, dan juga number. Dari contoh-contoh di atas, setiap variabel akan dipisahkan dengan tanda titik koma. Penulisan nama variabel juga tidak menggunakan spasi. Jika menggunakan dua kata bisa menggunakan underscore atau huruf besar. 

 

4.         Tipe data JavaScript

Nah, setelah mengenal variabel dalam bahasa pemrograman ini, Anda juga perlu mengenal tipe data yang akan disimpan di variabel. Ada beberapa tipe data dalam Javascript: 

a.   String atau teks 

b.   Integer atau Number berupa bilangan bulat 

c.    Float berupa bilangan pecahan 

d.   Boolean berupa (true/false) 

e.   Object berupa semua tipe data 

JavaScript ini sebenarnya bersifat dynamic typing. Artinya, Anda tak harus menuliskan tipe data saat mengisi variable seperti pada bahasa pemrograman lainnya. 

5.         Operator

Selanjutnya, Anda perlu memahami apa itu operator di JavaScript. Nah, operator di sini maksudnya adalah simbol yang dapat menghasilkan nilai baru. Berikut operator yang bisa Anda gunakan pada JavaScript: 

                    ·         Operator Aritmatika – Simbol yang digunakan untuk menghitung nilai variabel angka.                         Terdiri dari simbol penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), pemangkatan (**),                         pembagian (/) 

                    ·         Operator Penugasan – Digunakan untuk memberikan tugas pada variabel, seperti mengisi                        nilai variabel. Salah satu simbol penugasan yaitu (=). 

                    ·         Operator Perbandingan – Operator relasi atau perbandingan merupakan operator yang                             digunakan untuk membandingkan dua nilai. Nah, hasil dari perbandingan ini akan                                  menghasilkan nilai boolean ‘true’ dan ‘false’. Simbol operator ini diantaranya, (>), (<),                         (>=), dan sebagainya. 

                    ·         Operator Logika – Terakhir, operator logika. Operator ini digunakan untuk melakukan                         operasi terhadap nilai boolean. Simbol dari operator ini adalah logika AND (&&), logika                        OR (||), dan negasi 

          Itu tadi panduan singkat belajar Javascript untuk pemula yang bisa Anda pelajari. Nah untuk lebih lengkapnya, langsung saja kunjungi artikel → Belajar Javascript Praktis untuk Pemula(https://www.niagahoster.co.id/blog/belajar-javascript/).Lampiran :          https://www.niagahoster.co.id/blog/belajar-javascript/

                                https://www.niagahoster.co.id/blog/javascript-adalah/#Apa_itu_Javascript

                                https://thewebdev.info/category/javascript/object-oriented-javascript/

Nama                   : Adnan Taufik Aryadi

Class                      :  XI

School                   : SMK IT Ihsanul fikri







No comments:

Post a Comment

Upload file

    ² Upload file ² Upload file, biasa digunakan untuk memasukkan file kita kedalam data base, juga ke dalam aplikasi CRUD kita, untuk syn...